My Stories

My Job, My Identity

Posted by [email protected] on July 13, 2017 at 2:55 AM

Finally....

This is my first story on my blog!

Senengnya bisa nulis lagi...Bukan berarti saya bisa nulis blog terus saya dibilang gak ada atau kurang kerjaan, ya :D. Saya cuma berusaha menyempatkan waktu untuk menuangkan beberapa isi pikiran yang memenuhi otak apalagi kalau lagi mumet banget. Saya juga seorang karyawan, tatkala stress melanda semua hal cuma bisa bikin makin pusing dan bikin bertambah nafsu makan hingga emosi yang tak terkontrol. Jadi, saya pikir ada baiknya melampiaskan beberapa pemikiran yang ada di otak ke dalam blog ini untuk seenggaknya ngebantu "melowongkan" pikiran. Istilahnya seperti satu Filsafah tentang Gelas Penuh, Otak itu ibarat gelas yang penuh dengan pemikiran, ilmu, dan lain-lain. Ketika gelas udah terlalu penuh, kalau dimasukin hal-hal lain lagi pasti susah masuk atau tumpah dengan dengan percuma. Jadi, alangkah lebih baik pemikiran-pemikiran tersebut dituang ke gelas-gelas lain. Selain bermanfaat untuk gelas lain, gelas kita kembali kosong dan siap dimasukki dengan pemikiran-pemikiran baru.


Ngomong-ngmong soal pekejaan nih (disambung-sambungin aja deh! hehe). Saya mau cerita sedikit tentang definisi pekerjaan itu sendiri. Pekerjaan menurut saya adalah sesuatu yang menunjukkan Jati Diri bukan cuma Harga Diri. Contoh : Kita punya teman dengan pekerjaan yang berbeda, misalnya si A pekerjaannya Accounting di Perusahaan Z dan si B pekerjaannya sebagai Cleaning Service di perusahaan X. Gak perlu munafik bahwa kita pasti akan bilang atau berpikir (meskipun dalam hati), "Hebat si A jadi Accounting di Z lho, tapi si B aduh masa jadi Cleaning Service di X". Sampai pada pemikiran itu, maka kita baru sampai pada prinsip : Pekerjaan adalah tentang Harga Diri.


Buat saya Pekerjaan itu semua tentang Jati Diri. Coba bandingkan si Rinto sama si Beni jika mereka bekerja setelah sama-sama lulus SMA. Setelah 7 tahun, mereka bertemu lagi di acara reuni mereka pasti akan cerita tentang pengalaman hidup mereka selama 7 tahun ini. Diceritakanlah bahwa si Rinto sudah bekerja di 5 perusahaan selama ini dengan bidang yang berbeda-beda dan bercerita tentang pengalaman hebatnya di setiap perusahaan, dia happy karena dia punya pengalaman baru, semakin ke sini setiap dia melamar dia pasti diberikan gaji yang lebih tinggi di perusahaan barunya karena pengalamannya yang banyak itu. Menurutnya gaji kini sudah hampir 2 kali lipat dari pada saat bekerja pertama kali.


Beda lagi cerita si Beni, dari dia lulus SMA, dia baru bekerja di 2 perusahaan, 1 tahun bekerja sebagai kasir lalu naik sebagai leader, dan di perusahaa kedua dia pindah kerja sebagai admin. Selama 6 tahun dia bekerja di perusahaan tersebut. si Rinto sampai komen, "Gila gak boring lo?" dan Beni hanya tersenyum. Kita semua tau, gak semua perusahaan bisa menjamin karyawannya naik jabatan dengan cepat. Apalagi perusahaan besar, promosi jabatan gak gampang. Dan bahkan mungkin sudah ada yang hopeless duluan dengan anggapan "gue kerja lama-lama di sini juga gak begini-begini aja". Tapi ternyata salah. Setelah kedua orang itu pulang, Rinto penasaran pekerjaan Beni itu sudah di posisi apa dalam waktu 6 tahun bekerja. Akhirnya dia menemukan bahwa Beni adalah seorang General Manager di perusahaannya yang mana kita juga semua tau pendapatan seorang dengan level seperti itu bisa 4 kali lipat belum termasuk tunjangan dan lain-lain.


Hal yang kita petik di atas adalah tentang bagaimana suatu konsistensi itu ternyata pada akhirnya menunjukkan jati diri kita dari suatu pekerjaan. Apa sih yang dicari sama orang dari sebuah pekerjaan? Uang kan? Udah itu aja? No. Kita harus tau bahwa pekerjaan adalah suatu aset di mana kita harus maintains dengan baik demi masa depan yang lebih baik. Rinto dan Beni adalah karakter yang berbeda yang kita bisa nilai seperti apa mereka memaknai pekerjaan masing-masing. Bagaimana orang akan bisa menimba ilmu sebanyak-banyaknya jika menurutnya semakin banyak pengalaman semakin banyak ilmu, lalu apa cukup menimba ilmu di perusahaan orang setahun berenti setahun berenti?


Jadi, ketika Pekerjaan itu adalah melulu suatu Harga Diri, maka apa kabarnya si A yang bekerja di Perusahaan Z sebagai Accounting melakukan penipuan dana dan memanipulasi data hingga merugikan perusahaan yang pada akhirnya perusahaannya bangkrut, dengan si B yang bekerja sebagai Cleaning Service yang memperhatikan setiap lantai agar tidak ada noda sedikitpun atau selalu tepat waktu mengisi tissue toilet dan me-refill pewangi ruangan sehingga orang-orang yang datang ke perusahaan segan untuk mengotori, senang ke toilet karena di sapa ramah oleh si B dan bikin orang betah di perusahaan karena wangi ruangannya yang bikin fresh. Disitulah seharusnya Pekerjaan menjadi suatu Jati Diri.


Tentang pekerjaan saya, saya sendiri udah hampir 7 tahun kerja di salah satu perusahaan Katering Sehat ternama di Jakarta. Perusahaannya sudah berdiri lebih dari 9 tahun. Pekerjaan saya saat ini adalah Sales & Marketing Manager. Sales ya?hmm...Okay, di Indonesia bekerja sebagai Sales itu banyak dipandang sebelah mata. Menurut saya, lho, kalau memang banyak yang bilang sebaliknya berarti alhamdulillah masih ada orang Indonesia yang smart, hehehe. Buat saya, dapat pekerjaan di dunia sales itu amazing banget, karena kita ujung tombak mas bro! Beban yang kita pikul itu sungguh berat, karena kitalah yang membuat perusahaan kita berputar, yang menggaji ratusan karyawan, yang bikin owner perusahaan profit. Jika kita bisa lewati masa-masa terburuk menjadi seorang sales itu artinya "sesuatu" banget deh. Pekerjaan paling fleksibel dan petualang. Jangan heran kalau orang sales, meskipun banyak omong tapi gak tong kosong karena pengalamannya bertemu dengan pelanggan yang berbeda-beda membuat dia menjadi banyak tau. Semain banyak tau, semakin punya banyak pemikiran dan cara untuk bisa mencapai penjualan, jam terbang sebagai seorang sales itu gak bisa dipungkiri. Makanya orang sales itu selalu punya penghasilan lebih besar ketimbang karyawan lain karena mereka ada sistem komisi dari hasil penjualannya. Yah, alhamdulillah dari saya jadi sales tahun pertama hingga tahun ke empat saya di perusahaan ini beberapa hal duniawi bisa tercapai satu persatu, sampai saya nikah alhamdulillah sepeserpun ga ngeberatin orang tua padahal biayanya bisa untuk acara di gedung ~.~ (nanti tak ceritain di postingan yang lain). Saya tipe si Beni. Konsisten. Sampai pada saya punya blog ini alhamdulillah saya sudah 3 kali menerima promosi jabatan dan yang terakhir ini saya dipercaya untuk masuk di level managerial.


Di akhir postinga, saya kasih meme yang saya suka banget :


Well, cukup lah sementara tentang ideologi saya tentang pekerjaan. Next kita sharing lagi tentang pengalaman lain. Thanks for reading! :)

Categories: Prinsip dan Ideologi

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments